Sejumlah Aktivis Mendesak OJK Sumbangsel Mengusut Tuntas Dugaan Bantuan Bank Sumselbabel Kepada KORMI Sumsel Diduga Sarat KKN

Intel86tv.com | Palembang, – Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat ( Lsm ) Independent Senin menggruduk kantor Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Sumbagsel di jalan Sudirman Palembang, menuntut OJK melakukan pengusutan bantuan Bank Sumselbabel kepada Kormi Sumsel.

Dalam orasinya, M.Ares mengungkapkan untuk menunjang kegiatan mengikuti Fornas 2022, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI ) Sumsel mendapat suntikan dana dari Bank Sumselbabel diduga sebesar Rp.9 milyar. Pertanyaannya adalah; Apakah suntikan dana dari Bank Sumselbabel mendapat persetujuan Komisaris dan Pemegang Saham,apakah keputusan sepihak dari Direktur Utama.Kemudian, di ambil dari Pos mana.Bila bantuan itu bersumber dari dana CSR,apakah itu patut.

Sementara itu, Samiun Koordinator Lapangan bantuan untuk Tempat Peribadatan paling banter lima juta rupiah.Begitu juga bantuan untuk kegiatan Ormas dan Lsm paling banter tiga juta rupiah.

Sedangkan Asmawi,HS Koordinator Aksi salah seorang Aktivis dalam orasinya menduga bantuan tersebut syarat dengan KKN sebab Ketua Komite Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia ( Kormi ) Sumsel adalah Samantha Tivani,Putri Herman Deru, Gubernur Sumatera Selatan.Sedangkan Bank Sumselbabel Pemegang Saham Utama Pemerintah Daerrah Sumatera Selatan,yang otomatis Gubernur Sumsel sebagai Komisaris dan atau pengendali.

“Bantuan Bank Sumselbabel tersebut diduga tidak patut dan diduga tidak memenuhi kepatutan,” ujar Pasaribu orator lainnya.

“Patut diduga terjadi conflik of interest dengan bantuan itu ” ujar Pasaribu.
Untuk itu, Gabungan Lsm Independent Sumatera Selatan mendesak Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) Sumbagsel segera melakukan pengusutan.Dalam waktu dekat, Gabungan Lsm I ndependent Sumatera Selatan akan membuat Pengaduan ke KPK terkait suntikan dana dari Pemprop Sumsel,suntikan dana dari Bank Sumselbabel,suntikan dana dari BUMN dan BUMD kepada Kormi Sumsel yang diduga terjadi penyimpangan.

Usai Orasi, tiga orang aktivis diterima oleh Andes Novytasari, Bagian layanan OJK, Wahyu Kris bagian edukasi perlindungan. konsumen dan Sofuan bagian Pengawasan OJK.Menurut,Andes, pihaknya akan melakukan pengusutan.(Santo)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *