Lantik 173 Prajurit Tamtama, Pangdam Ingatkan Jangan Buat Pelanggaran

[InteL86.TV]  Palembang – Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Hilman Hadi, S.I.P., M.B.A., M.Han., memimpin langsung Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I TA. 2022, Selasa (27/9/2022), bertempat di Lapangan Secata Rindam II/Swj Puntang – Lahat, Sumatera – Selatan.*_

Bersamaan dengan upacara penutupan pendidikan tersebut, selaku Inspektur Upacara (Irup), Pangdam II/Swj juga melantik sebanyak 173 Tamtama PK TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) serta diambil Sumpah menurut agama dan kepercayaan masing-masing didampingi para rohaniawan.

Dalam upacara tersebut, Pangdam II/Swj menyematkan tanda pangkat Prada, menyerahkan ijazah kepada perwakilan prajurit Tamtama dan memberikan medali sebagai tanda penghargaan kepada para mantan prajurit siswa yang berprestasi.

Dalam sambutannya Pangdam II/Swj Mayjen TNI Hilman Hadi mengucapkan selamat kepada para Prajurit Siswa, yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan Tahap I dan dilantik menjadi Prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua. “Semoga keberhasilan ini menjadi sumber motivasi dalam melanjutkan Pendidikan Kecabangan masing-masing”, ucap Mayjen TNI Hilman Hadi.

Dengan berakhirnya pendidikan pembentukan ini, sambung Pangdam, merupakan langkah awal dari rangkaian panjang pengabdian kalian sebagai prajurit TNI AD. Pendidikan pembentukan ini, merupakan pendidikan kemiliteran yang masih bersifat mendasar. “Untuk itu, pelihara dan kembangkan kemampuan taktik dan teknik militer yang telah diterima, sebagai bekal dalam penugasan di kemudian hari”, ujarnya.

Selanjutnya, baru saja kalian secara resmi dilantik menjadi prajurit Tamtama TNI AD dan disumpah menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Sumpah prajurit yang baru saja diucapkan merupakan janji suci, yang tidak hanya disaksikan oleh semua yang hadir di sini, tetapi juga disaksikan langsung oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. “Oleh karena itu, jangan sekali-kali melanggar sumpah sampai kapanpun”, jelas Mayjen TNI Hilman Hadi.

Prosesi pelantikan ini menandai perubahan status kalian dari masyarakat sipil menjadi Prajurit TNI Angkatan Darat. Perubahan status ini tentu memiliki konsekuensi logis terhadap pola pikir, pola sikap dan pola tindak sebagai prajurit. Kalian telah diikat oleh aturan Hukum dan Disiplin Militer serta berbagai norma yang berlaku di lingkungan TNI AD, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. “Jadilah Prajurit yang selalu mencintai dan dicintai rakyat, hindari sikap dan perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, merusak citra satuan dan menyakiti hati rakyat”, tegas Pangdam.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangdam mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Danrindam II/Swj beserta Staf, Gumil dan Pelatih, atas pelaksanaan Pendidikan Tamtama ini. “Lakukan evaluasi secara objektif sebagai langkah pembenahan terhadap Sepuluh Komponen Pendidikan, guna meningkatkan kualitas hasil didik di masa yang akan datang. Kepada para Tamtama remaja beserta keluarga yang hadir, sekali lagi saya ucapkan selamat atas keberhasilannya dan selamat mengikuti pendidikan lanjutan di kecabangan masing-masing”, ucapnya.

Turut hadir pada upacara Pelantikan Tamtama TNI AD ini antara lain, Irdam II/Swj, Kapok Sahli Pangdam II/Swj, para Asisten dan Kabalakdam II/Swj, Wadanrindam II/Swj, Dandim 0405/Lahat, Bupati beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kab. Lahat, Para Dansadik jajaran Rindam II/Swj dan Ketua Persit KCK Daerah II/Sriwijaya beserta Para Pengurus Persit KCK PD II/Sriwijaya.

Usai memimpin Upacara pelantikan, Pangdam II/Swj berkesempatan memberikan pengarahan kepada seluruh mantan siswa Tamtama. Dalam arahannya, Pangdam menyampaikan bahwa, sesuai dengan amanat atau Perintah Harian Kasad, Prajurit hadir di tengah-tengah rakyat menjadi solusi. Untuk menjadi solusi, yang pertama adalah kepedulian, kedua bagaimana menarik dan empati masyarakat serta yang ketiga bagaimana agar kita selalu dicintai”, ungkap Mayjen TNI Hilman Hadi.

Pangdam juga berpesan untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran yang prinsip yang merupakan akumulasi menjadi Disersi, terutama yang pertama adalah masalah Narkoba.

“Hindari, jangan terpancing, ingat keluarga, ingat diri kalian. Kalau kalian melanggar bukan hanya atas nama pribadi yang malu, bukan hanya keluarga yang kecewa, tetapi juga mencoreng nama satuan, TNI AD dan TNI. Sehingga pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI dimanapum berada “, tegas Pangdam.

Kemudian yang kedua, pelanggaran Susila. Ini juga akan menjadi permasalahan, yang akhirnya Disersi. “Bangkitkan kebanggaan menjadi Prajurit. Tetaplah menjadi Prajurit yang profesional dan dicintai rakyat”, pungkasnya.

PeWarta: Ramadhan A/M.Efendi




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *